23 July 2010

Cissa: Manusia di Luar Kotak


Mau cari ide kreatif? Ya di sini tempatnya. Blog ini dibuat pada mulanya hanya untuk konsumsi pribadi, tapi kupikir bisa bermanfaat juga untuk banyak orang. Jadi sekalian saja aku gunakan untuk menyimpan file-fileku tentang Catur yang sudah jadi hobiku sejak jaman jadul. :))

Tahu ga? Waktu aku masih SMA, guru Matematika pernah bercerita tentang Catur (kok ga nyambung ya? He5x). Menurut beliau,

Pada zaman dahulu kala di negeri India hiduplah seorang Raja.
Suatu ketika dalam rangka peringatan Hari Ultah Raja (entah yang ke berapa?), dibuatlah sebuah sayembara: 'Barangsiapa yang bisa membuat sebuah permainan yang unik, menarik dan memeras pikiran akan diberi hadiah apapun yang dia minta.' Apapun? 'Ya, apapun!'
Maka berita hangat ini dibawa ke seluruh pelosok kerajaan, dibahas di pendopo-pendopo kelurahan, digunjing di balai-balai RW, dibicarakan di posko-posko (Gotong Royong?), sampai setiap rakyat di Kerajaan itu terobsesi oleh sayembara kali ini. Sampai seorang pendeta yang bernama Cissa tertarik untuk mengikuti sayembara untuk dengan niat untuk menyelamatkan warga desanya yang sedang diserang kelaparan. Iapun membuat permainan perang-perangan menggunakan sebuah papan dan biji-biji yang diukir seperti prajurit istana dan diberi nama: 'Caturrangga' yang berarti 'empat unsur' Ia punya cita-cita, kalau ia menang ia akan meminta beras sebanyak mungkin untuk rakyat desanya.
Singkat cerita, ketika permainan unik itu ditunjukkan kepada Raja beliau sangat tertarik terus menerus mencoba permainan baru ini sampai lupa waktu. Karena itu akhirnya beliau memutuskan Cissalah pemenang sayembara itu dan berhak mendapatkan hadiahnya.
Cerita selesai? Ternyata belum.
Ketika diminta menyampaikan apa permintaannya, Cissa mengatakan bahwa Ia minta 1 butir beras pada kotak pertama papan 'Caturrangga' itu, 2 butir beras pada kotak kedua, 4 butir pada kotak ketiga, 8 butir pada kotak keempat, 16 butir pada kotak kelima.... dan seterusnya (capek ngetiknya) sampai kotak terakhir (Kotak ke 64). 'Itu gampang!', kata Raja, 'Pengawal... Ambil beras!', begitu katanya.
Tetapi apa yang terjadi kemudian?
Sebelum kotak ke 64 terisi.... beras seluruh negeri habis!

HAAAHH?? Masa sih?
Ga percaya? Itung aja sendiri.
Begini ilustrasinya:

Kotak 1     1 butir
Kotak 2     2 butir
Kotak 3     4 butir
Kotak 4     8 butir
Kotak 5    16 butir
Kotak 6    32 butir
.
.
.
Kotak 63   4.611.686.018.427.387.904 butir
Kotak 64   9.223.372.036.854.775.808 butir

Terus berapa jumlah butir beras mulai kotak pertama sampai kotak 64?

Bagaimana membaca angka sebanyak itu?
Bacanya aja sulit, apalagi hadiahnya?

Kalau kita asumsikan (kok jadi kaya bahasa Matematika ya?) 1 kuital beras= 1 juta butir berarti Raja harus memberi kepada Cissa (PADA KOTAK TERAKHIR SAJA, BELUM SELURUH KOTAK!) 9 trilliun kuintal lebih. Layak saja beras seluruh negeri habis!


Begitu kawan, ceritanya....
Entah bagaimana akhir ceritanya, yang jelas Cissa adalah seorang jenius. Seorang dengan mindset DI LUAR KOTAK (OUT OF THE BOX). Dan bila benar Cissa adalah penemu Catur berarti ia memiliki pertimbangan yang jauh lebih panjang dari pada pertimbangan seorang Raja sekalipun.

Anda memang tidak harus menjadi sejenius Cissa, tetapi setidaknya jadilah manusia di luar kotak. Minimal di luar kotak Catur deh. Qiqiqi. :P


Btw, selamat datang di blog sederhana,

Firdaus Adnan Prawirodirjo

0 comments:

 

Sample Text