07 March 2014

Gajah Mada 2.Bergelut Dalam Kemelut Tahta Dan Angkara.


imagebam.comDownload (PDF)
| DropBox4shared |

Download (EPUB)
| DropBox | 4shared |

Perebutan kekuasaan dan intrik-intrik politik di tataran elite yang akhirnya menjebak rakyat yang tidak berdaya menjadi korban ternyata bukan persoalan aktual yang baru muncul sebagai persoalan manusia modern. Bahkan berabad yang lalu, ketika
Majapahit dengan megah bertakhta di tanah Jawa, konspirasi politik tingkat tinggi pun telah dengan kompleks menjadi bagian realitas kehidupan di dalamnya. 

Makar Ra Kuti berhasil diberangus. Waktu telah berlalu sembilan tahun hingga luka-luka yang ditimbulkan akibat nafsu kuasa yang tak terkendali dari para Dharmaputra Winehsuka dapat disembuhkan dan kesejahteraan kawula dipulihkan. Akan tetapi, lakon Gajah Mada masih sangat jauh dari tuntas. Karena godaan kekuasaan yang menyebabkan rusaknya tatanan, sekali lagi terjadi, memupus perjalanan hidup Jayanegara dan kembali membenamkan Gajah Mada ke dalam arus deras perebutan kekuasaan atas singgasana Majapahit. 

Bagaimana sepak terjang sang kesatria Gajah Mada dalam menyelamatkan Majapahit dari kehancuran? Konflik-konflik macam apa yang mewarnai perebutan kekuasaan atas Majapahit sepeninggal Jayanegara? Pihak-pihak mana saja yang ikut bermain di dalamnya? Kembali Langit Kresna Hariadi (dengan segala kepiawaiannya) menuturkannya untuk Anda. 

Sebagaimana pendahulunya (Gajah Mada), Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara ini bukan sekadar cerita yang tumbuh dan besar dari ranah imajinasi. Sebagai karya sastra, novel ini mempunyai kekuatan yang sangat menjebak, tidak hanya dalam arti memberi keasyikan imajinatif dalam menikmati, tetapi hasil dari proses membaca pun akan begitu mengagetkan. Novel ini berkesanggupan �memaksa� pembaca untuk ikut terlibat secara langsung dalam jalinan cerita di dalamnya, memecahkan teka-teki yang tersaji, dan membuka simpul misteri atas apa yang terjadi.

Detail-detail sejarah yang diramu sedemikian apik tanpa kesan menggurui masih juga menjadi kekuatan dari novel ini. Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara yang begitu kaya perspektif (historis, sosiologis, antropologis), namun dituturkan dengan begitu cair adalah media yang sangat atraktif yang mampu membawa pembaca untuk berwisata dan lebur dengan zaman lampau serta menghayati kembali peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Majapahit. Jadi, meskipun novel ini dibaca tanpa pretensi untuk belajar hasil akhirnya akan sangat memperkaya wawasan. 

Terima kasih tak terhingga kami ucapkan kepada Anda, yang telah memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap Gajah Mada, novel terdahulu kami, dan sangat antusias menunggu kelanjutan kisahnya. Kepada Andalah Gajah Mada, Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara ini kami persembahkan.


0 comments:

 

Sample Text